Pages

Sabtu, 26 November 2011

DALAM HENING PENUH PERTANYAAN

By. Nani Cahyani


Tahukah kau?. ketika kudiam
ku ingat kamu… sederhananya…
Tawa dan candamu buat anganku..,
Menggapai Firdaus..
Tahukah kau?. Ketika tak kulihat dirimu..
Sunyi trasa mencekamku…
Sukmaku kering, meronta…,
Terasa kosong memenuhi..,
ruang dan waktuku…,
Tahukah kau?, ketika bisikmu hilang..
Tetesan embun pun fade away.. di ufuk rindu
Aku seperti oase di gurun tandus…,
tanpamu…
Tahukah kau?, jika…
Karenamu…., kuingin detik tak bergulir..,
Biar hanya engkau dan aku..,
Ah… dalam hening penuh pertanyaan??
Nalarku terbius olehmu.., 
Baubau, 26 November 2011

Senin, 21 November 2011

MEMAHAMI BERARTI MENCINTAI



By. Nani Cahyani
Terlalu sangat complicated, jika proses memahami tidak menjadi perhatian kita, semua. mengapa?. Karena memahami berarti totalitas peleburan segala ego, ambisi, kedalam keadaan disekeliling kita, atau menyerahkan segala hidup dan kehidupan pada sang penguasa hidup. Setiap proses hidup yang kita lalui pastinya, melalui moment-moment tertentu “passing over”. Dari masa lalu menuju ke life path dan terlempar kemesin waktu masa depan, yang memutar segala peristiwa. Memahami kehendak alam raya sebagai bagian dari kosmis. Terus bergelinding dari detik, ke menit dan menit ke jam selalunya seperti itu dan akan terus begitu.
Proses memahami adalah perasaan kasih yang tulus, dan menghambakan diri pada hati nurani Karena jika penghambaan pada rasionalitas, tentunya tidaklah selalu konstan.Di karenakan pemikiran bisa tiap saat berubah namun hati tidaklah demikian adanya. Ketika di zaman modern ini, segala hal selalunya di ukur dengan rasionalitas dan materialistic,toh pada akhirnya mentalitas, seakan turun dratis ketitik nadir. Apa hal ini disebabkan oleh penghambaan diri kita yang berlebihan pada hedonism, hingga nurani hati terabaikan dan cinta serta mencintai. Hilang terkikis dan berkarat oleh waktu yang bergulir.
Cerita memahami, berarti mencintai dalam konsep cerita yang simple. Terlihat pada kisah tiga orang bersaudara, sebut saja si A, B dan C. Si C sebagai bungsu menangis meraung-raung tanpa sebab, hingga membuat Si B marah dan membentaknya untuk diam sejenak. namun bukannya diam tangisannya semakin keras. Diliputi emosi si B memukul si C. Si A pun tiba-tiba berinisiatif membelainya, sambil mendekap si C, dengan penuh kehangatan. Betapa kagetnya si A ternyata si C tubuhnya demam. Karena kesabaran dan kasih sayang si A. Si C diam dengan sendirinya. Ini adalah proses memahami yang sederhana dan berarti mencintai, karena memahami berinteraksi secara kimiawi, seperti adanya reaksi energi positif yang menyentuh hati.
Cerita yang lainnya tentang proses memahami berarti mencintai adalah saat memandangi air hujan yang turun dari awan, mengapa awan terlihat bersedih dengan menangis dalam bentuk air hujan, mestinya awan bernyanyi bahagia, karena toh awan telah member hujan yang telah membuat segala bumi menjadi basah dan sejuk olehnya. Hingga bumi dapat dengan penuh kasih sayang menyuburkan pohon-pohon, membuat akar-akarnya kokoh, mentransfer makanan kesemua daun-daunnya hingga, nampak hijau dan rimbun. Proses tangisan awan adalah bukti sayangnya pada Alam ini menurut versiku.
Cerita yang lain tentang memahami adalah mencintai. Keikhlasan Elang perkasayang menguasai udara dan hutan lebat. Namun ketika tiba-tiba hutan tempat dia bernaung terbakar Nampak terpancar kekwatirannya dengan terbang secepat mungkin, mencari air dan dalam pencahariannya ia menemukan sungai di hutan, serta merta diceburkan dirinya kedalam air sungai itu, dan kembali menuju hutan dan berguling-guling diantara ranting yang terbakar. Berharap api yang membakar hutan dapatlah padam. Terus berkali-kali dilakukannya namun hingga kesekian kalinya kekuatannya hilang dan lemas, Eagle itu ikut terbakar di dalam hutan. Eagle perkasa itu, memahami bahwa hutan adalah rumah untuknya, hingga rasa mencintai yang teramat sangat kuatnya. Buatnya rela melepas hidupnya untuk sesuatu yang teramat di cintainya…,
Cerita yang lain adalah tentang kekinian di masa ini. Ketika rasa memahami tidak berlandaskan pada mencintai dengan ketulusan. Mengerjakan sesuatu yang setengah hati hingga tidak menghasilkan sesuatu yang optimal. Berfikirlah selalu untuk menajamkan pemikiran, menghindari hal-hal yang tidak di senangi bukanlah cara yang tepat untuk berada pada rasa nyaman, mencari zona aman hingga menutup diri untuk di pahami dan memahami oleh orang lain. Bermakna rasa cinta dan mencintai terkalahkan oleh pikiran picik dan pesimistik akan diri sendiri. Kita harus coba mencerna semuanya dengan, memahami dan mencintai unconditionally. Berusahalah untuk melihat setiap peluang sebagai proses membuka diri pada setiap individu, dengan memahaminya. Karena pengetahuan tak terbatas, Pada seorang saja. Namun tiap individu adalah keunikan karakter diri, yang speechless. Jika kita coba untuk merangkai dalam pemikiran logis, yang modern namun berfondasikan mentalitas yang teguh. Memahami yang berarti mencintai segala perbedaan dan menerimanya dengan nurani dan hati.
Saya coba mengutip kecerdasan serta kemampuan untuk mencintai dan di cinta. Menurut Jalal al-Din Rumi berkata:
Bagi orang bijak langit adalah laki-laki
Dan bumi adalah seperti perempuan
Langit berputar seperti suami mencari nafkah
Dan bumi menerima apa yang diturunkan dari langit
Apabila bumi kedinginan maka langit memberinya kehangatan
Apabila bumi kekeringan maka langit
Mengirimnya hujan atau embun
Sedangkan bumi melahirkan
Dan memelihara apa yang di lahirkannya itu
Andaikan mereka tidak memiliki kecerdasan (dan kehidupan)
Betapa mereka bertingkah laku seperti makhluk yang cerdas
Andaikan mereka tidak mengenyam kebahagiaan
Satu sama lain
Bagaimana mereka berjalan dan melangkah
Seperti sepasang kekasih

Sebaris kata kata di atas adalah sebab akibat proses memahami satu sama lain. Beberapa indicator penting adalah kesadaran, nilai, etika dengan apapun yang berkaitan dengan dengan proses memahami dan mencintai. Semesta adalah mesin waktu yang terus berputar dan merekam setiap moment moment, hingga kita menuju suatu tahta bersandingnya rasionalitas, mentalitas, menuju satu proses “MEMAHAMI”…. hingga kita dapat belajar dan terus belajar memaknai hidup sebagai altar pengetahuan. Mmmm memahami adalah berarti mencintai semoga selalu..,

Baubau, 21 November 2011

Selasa, 15 November 2011

BERTAUT NYA SATU CINTA, DUA HATI DI PULAU BUTON YANG EKSOTIS

By. Nani Cahyani





Hari itu tanggal 12 Nov 2011 bertempat di Salah satu restaurant di pulau Buton yang berhadapan langsung dengan lautan, moment unik penyatuan dua hati yang berbeda bangsa dan berbeda budaya, moment sakral pernikahan, kita semua serempak bersepakat Pernikahan adalah suatu proses penyerahan diri secara total pada pasangan jiwa. Betapa keindahan penyatuan dua hati laksana segenap semesta seakan-akan bersuka cita dengan gempita, menyatu dengan biru lautan yang terikat simpul dengan birunya langit mayapada
Saat itu aku turut hadir diantara sekian banyak undangan termangu dan takjub dengan proses pernikahan yang sangat lain. Namun jujur ku akui sangatlah unik, perpaduan dua budaya inilah daya tarik pernikahan ini. Kedua pengantin yang berbahagia ini Belinda (berkebangsaaan Australia) dan Ajank (berkebangsaan Indonesia).
Awal perkenalanku dengan Belinda sekitar tahun 2006, saat itu Mr. David dan ibu Carole memperkenalkan Belinda pada keluargaku. Belinda adalah pribadi yang menyenangkan dan sederhana hingga, keluargaku dan orang-orang yang mengenalnya pun menyenanginya. Pastinya tak pernah terfikirkan olehku dan orang lain, bahwa pulau Buton menjadi saksi pernikahannya dengan pria berkebangsaan Indonesia.
Tahapan pernikahan yang sangat sakral adalah “akad nikah” dalamnya terdapat ijab Kabul, umumnya di daerahku untuk proses akad nikah di lakukan di kediaman wanita, namun Akad Nikah Belinda dan Ajank di lakukan di atas jembatan Lakeba Restaurant, di ujung jembatan berbentuk seperti pendopo berukuran mungil dengan atap, dan tepat berada di atas laut yang tidak terlalu dalam dan terlihat dengan jelas dasar lautan yang keperakan terkena sinar mentari, sungguh sisi romantisme tergambar dengan sangat jelas tersibak saat cahaya matahari redup, dan jauh diufuknya sunset kemerah-merahan, merona merah, dan tertunduk, lukisan alam yang sempurna. Janji suci pada Sang Khalik disaksikan keluarga, sahabat mempelai perempuan dari Australia, Indonesia serta para undangan yang memandang takjub. Layaknya pernikahan di negeri kayangan menurutku, cerita-cerita saat aku kecil, kembali berkelebat dibenakku dongeng-dongeng yang membiusku dan tertidur pulas stelah membaca majalah bobo, cerita-cerita ibuku dan sahabat kecilku, Atun yang bercerita tentang Wiro Sableng Pendekar 212.
Setelah proses akad nikah berakhir di lanjutkan dengan Makanan ringan dan foto, aku menggaris bawahi makna secara lexical. Makanan ringan dan foto, bahasa Indonesia yang sedikit keInggrisan. Menurutku asyik, karena bahasa yang satu terkadang mendapat pengaruh dari bahasa yang lain, istilah para linguists (ahli-ahli bahasa) mungkin ini adalah proses derivational, inflectional, atau allomorphs entahlah, kita semua dapat berspekulasi tapi apapun itu, justru keunikan penyatuan pernikahan dua bangsa ini adalah kata ‘PERBEDAAN’. Baik itu bahasa, budaya, maupun warna kulit. Aku menganalogikan pernikahan dua bangsa ini seperti pelangi yang dalam bahasa jepang disebut “nidji” terlihat teramat sangat indahnya karena tersusun apik dengan warna-warna berbeda. Untuk lebih mendetailnya susunan acaranya berdasarkan kertas berukuran sedang berwarna hijau yang diberikan pada setiap undangan yang hadir seperti ini:

Belinda dan Ajank
SUKA DUKA. CINTA!
15.00 Akad Nikah
16.30 Makanan Ringan dan Foto
17.30 Buka Resepsi dan Tarian Tradisional
17.45 Nasehat Perkawinan (Bapak Raki)
18.00 Shalat
19.00 Makan Malam
19.30 Dance Suami Istri Baru
20.00 Tutup Acara.. Karaoke
Semoga Kalian menikmati pesta kami! Terimakasih

Kata yang terucap serta merta olehku saat menerima dan membaca kartu berwarna hijau yang diberikan adalah “KREATIF”, aku memuji kreatifitas pengantin yang berasal dari dua bangsa yang berbeda ini, gabungan tradisional dan modern tergambar jelas dengan menyisipkan acara tarian tradisional dan dance suami isteri baru, setahuku di negeri kangguru, pasangan pengantin baru mesti berdansa, di saksikan keluarga, dan para undangan. Di Pulau Buton, kadang-kadang memang ada acara, setelah acara resepsi atau perjamuan, acara hiburannya acara joget. Dilakukan pada malam hari, lagu dangdut mendayu-dayu terdengar…, dangdut modern yang musiknya telah termodifikasi music techno, atau music dangdut jenis koplo seperti lagu yang di nyanyikan oleh Ayu Ting Ting diperdengarkan, tujuan acara joget untuk menghibur keluarga dan masyarakat disekitar rumah pengantin. Konsep acara joget dalam kemasan berbeda adalah berdansa versi barat. Berdansa, saya yakin tidaklah mudah buat kita, asli Indonesia yang tidak biasa berdansa dengan baik jika belum melalui proses latihan yang keras. Untuk yang satu ini aku memuji Ajank yang telah menunjukkan keseriusannya, pengorbanannya untuk berdansa hahehe. Bukankah pengorbanan dan kesabaran adalah cinta sejati yang sesungguhnya.

Satu hal yang juga menarik buatku adalah, ketika dua benua berpadu menghasilkan warna-warna unik yang menarik, para undangan berbaur dengan keluarga dan sahabat pengantin wanita dari Australia. Entah apa yang ada di benak mereka yang hadir saat itu. Aku duduk dan menyaksikan semuanya, lebih banyak diam dan merangkai kata-kataku sendiri untuk menjadi inspirasi cerita selanjutnya. Terkadang sesekali lamunanku buyar oleh teman yang berada disampingku sebut saja namanya Raja, yang sibuk memegang kamera dan mengabadikan moment indah ini, sesekali mataku tanpa sengaja beradu pandang dengan ibu, Nina, Dinda, Nety, Sari, Margaret, Mark. Bahasa tubuhku dengan tersenyum kecil menunjukkan aku tidak sibuk, dengan pikiran-pikiranku sendiri dan tidak mengabaikan keberadaan mereka.

Sambil mendengarkan cerita-cerita pengantin baru, yang di translatekan kedalam bahasa Inggris. Imajinasiku mulai terangkai akan pernikahan unik, bertautnya satu cinta, dua hati di pulau Buton yang eksotis, doa doa para leluhur-leluhur kita, menghipnotis nalar menarik dua insan yang menyatu, dalam ikatan suci pernikahan. Pulau Buton ibarat untaian gugusan pasir putih yang terhampar, ibarat lautan yang bersenda gurau dengan mentari, ibarat bersoleknya perawan yang suci, ibarat detak jantung menemani jiwa yang merindu, ibarat lirih nafas yang tiada henti berhembus di relung-relung hati ketika tulang rusuk menemukan pasangan jiwanya… mmmm andai semuanya adalah cerita, cerita indah janganlah tuntas, kuingin hirup hingga sukmaku menggapai cakrawala… buatmu sahabatku, saudaraku, kawanku. Belinda dan Ajank, teruslah mengarungi samudera hidup, berpeganglah selalu dalam cinta dan kasih sayang yang abadi… dan bersandinglah selalu dalam hati semua, yang mengenalmu karena doa yang mereka panjatkan malam ini, adalah doa yang penuh ketulusan akan bahagia buatmu berdua selamanya. Uuupss tiba-tiba bunyi kembang api menghenyak ku dari lamunan, “wow aku bersorak kegirangan kawanku yang berada tepat di sampingku berbisik padaku “,waw ini bonus malam tahun baru”, aku tidak mengerti dengan apa yang dikatakannya hehehe tapi kutetap tersenyum, mengangguk dan mengiyakannya sambil terus menikmati pesta kembang api dan bintang-bintang malam yang berkedip-kedip ikut larut dalam bahagia.., aahhh.. aku belum ingin beranjak dan tak ingin cerita ini berakhir.

Senin, 14 November 2011

RINDU MENIKAM



By. Nani Cahyani
Seluit wajahmu, bermain di benakku
Kubiarkan terhempas,
Detik waktu tak ingin bercekrama,
debur ombak bersenda gurau,
Ah… a shoal of fish,
Nampak indah bereng-renang
Elok rupa, berpendar warnanya
Sang pujangga merangkai,
Puitis jiwa meradang….,
Untaian asmara…,
Ah…… masih kah juga, hasrat membara
Jika tatapan itu menggetarkan
Merona rindu,Menembus sukma…,
Kicau tak lagi berirama, tersusun syair igauan
Berdentuman pada jantung sendiri…,
Kala rindu melanda…,
Baubau, 13/11/11

Senin, 07 November 2011

BAHAGIA, KESEDERHANAAN DALAM BENAK



BY. NANI CAHYANI
Akhirnya Alhamdulillah tulisan sederhana ini bisa rampung. Guys, hope you enjoy reading. Setiap saat berlalu dengan aktifitas yang berjibun, deadline waktu berkejaran harus finish secepat-cepatnya, terkadang penat juga benak di timbuni pikiran-pikiran yang tidak jelas…. Manusiawi dan kemanusiaan dua kata yang mungkin tidak relevan tapi selalu jadi hot issues. Wacana yang menarik oleh setiap pemikirpemikir politik, aktivis-aktivis atau para ilmuwan-ilmuwan yang sedang menuju perdebatan pikiran-pikiran yang elegant bersanding dengan kepicikan, sisi negatif pemikiran yang arogan aahhhh masih terus terpekur akhirnya…,
Detik waktu berlalu dengan tak sedikitpun menghiraukan baik atau buruk catatan agenda diri, yang telah ditorehkan dengan berbagai peristiwa yang terlewatkan. Setiap peristiwa teruntai dengan cerita-cerita kocak, duka namun selalu bertahta dengan bahagia, bahagia identik dengan tertawa, tersenyum…. Tapi apa bisa pekerjaaan yang simple bisa mebuat orang bahagia saat menjalaninya, hipotesis dalam research yang tidak dilakukan, pekerjaan otak dan hati untuk merasainya.
Publik opinion berasumsi jumlah rupiah atau dollar mempengaruhi warna kulit (penampilan fisik), cara berjabat tangan, sapaan yang menunjukkan power dan cara berpakaian dalam tanda kutip yang menjadikan diri seorang shopaholic. Banyak pemaknaan yang kabur tentang rasa yang merasai kebahagiaan ketika memikirkan bahagia yang seharusnya hadir mewakili sisi hidup setiap insan yang ingin berada di zona aman.
Jika bahagia selalu terbayang dengan jumlah rupiah apa….. bisa???. Mmmmm, jika yang telah mempunyai uang banyak sudah bahagia, definisi bahagia yang lain menurut anda mungkin punya rumah mewah, mencintai dan di cintai entahlah….., let’s check some of definition about Happiness: menurut arti kata.com bahagia adalah ketenangan dan ketentraman hidup, keadaan atau perasaan senang dan tentram (bebas dari segala yang menyusahkan).
Jika bisa membuat definisi sendiri bahagia adalah bebas dari kreditan, bebas melakukan sesuatau dan tidak terikat, be yourself, mendapatkan seseorang yang mencintai dan di cintai seumur hidup.. ini jawaban klasik tentang definisi bahagia masih berhubungan dengan hati…, merasai dan merasakan tentunya diramu di tempat logis (brain) dan hati menfilter hal-hal yang negatif dan bertolak belakang.
Kita tinggalkan bahasa puitis mencoba masuk dalam wilayah reality, kalau boleh jujur semua tulisan ini berawal dan terinspirasi oleh aktifitas pagi hari ini, seperti biasa petugas kebersihan yang mengangkat sampah yang bau namun mereka terllihat bahagia dan tanpa beban melakukannya, sambil memutar music dengan volume yang lumayan besar karena memakai speaker. Musik yang mereka dengarkan terkadang dangdut, pop, western music juga sesekali entah mereka tahu arti lirik tersebut tapi tidaklah penting buat mereka yang terpenting musiknya menyenangkan dan mereka bisa terhibur… dan membangunkan orang-orang yang mungkin masih terlelap walau jam sudah menunjukkan jam tujuh lewat dua puluh menit, satu hari setelah lebaran Idul Adha kemarin, pasti banyak sampah yang dihasilkan setiap rumah tangga, apa setiap rumah tangga memisahkan antara sampah kering dan sampah basah, mmmm guess…. Petugas kebersihan yang mengangkat sampah terlihat bahagia karena ketika sampah lain dibawa, mereka masih tetap tersenyum, entah salary mereka cukup memadai entahlah mudah-mudahan pemegang kebijakan di negeri ini melihat sisi kesejahteraannya. Mmmm definisi bahagia sederhana kayaknya.. buat mereka. Tidak ada sesi wawancara yang bisa dilakukan hehehe… hanya mengamati mereka bekerja. Kita mesti berkaca dari mereka, (mohon maaf) kerja di dalam ruangan, pakaian bersih, ruangan ber AC masih juga kinerja kurang. Hari ini dan di masa depan, pemulung dan Petugas kebersihan mereka adalah pahlawan. Kita bolehlah berteori tentang “Reduce Global Warming Effect” tapi mereka melakukan tindakan nyata, bekerja dengan hati dalam kesederhanaan, tindakan mikro yang mempengaruhi semesta kosmis, sederhananya definisi bahagia….., Teruslah mengamati sekelilingmu karena cerita dan peristiwa adalah proses pembelaran… indahnya “Bahagia, Kesederhanaan Dalam Benak”.