Sabtu, 25 Oktober 2008

PESONA LAUT

Laut adalah keterpukauan. Bumi planet kita, diselimuti lautan, berpendar cahaya biru saat ditangkap sorot satelit dari angkasa luar, laut kita mengilhami banyak pemikir besar, jika saja kita berlatih untuk jujur; saat melihat laut, maka yang hadir hanya damai, kagum dan sujud.
Bahwa apapun itu, dalam wujud materinya niscaya memiliki relasi yang saling berkelindan sesamanya, saling mempengaruhi dan saling member arti. Tubuh manusia tersusun oleh air, suatu zat yang serupa dengan penyusun laut.
Kita boleh tidak terhentak, betapa segala sungai, pasti mengalir mencari laut, nah rindunya para sungai untuk menghimpun diri sebagai laut ini, yang menggetarkan kita. Betapa kehidupan bergerak dari siklus air, mulai dari mata air di lereng-lereng gunung, hutan, sungai, laut, uap air, awan hujan dan seterusnya.
Laut adalah keterpukauan, adalah kedalaman, misteri, tempat tak berhingga dari pengetahuan yang terpendam.

Kamis, 23 Oktober 2008

Merawat Harapan


Hari-hari menjelang tahun 2009, hari-hari yang penuh sesak dengan iklan, propaganda, bujuk rayu politik dari sekelompok anak bangsa yang menyebut diri sebagai calon pemimpin, caleg, parpol, calon presiden dan bermacam rupa deret harapan yang dijual dan dihantamkan ke telinga dan mata kita.

Setiap saat bahkan, tak luput iklan-iklan itu masuk ke dalam kamar-kamar rumah kita lewat televisi, radio, internet, koran. Merasuk merayu sadar kita.
Ah,… letih juga, jenuh. Sejenak ku merenung, betapa lalu lintas iklan ini, bila dicermati, tak luput dari janji-janji yang bisa membuat kita bertanya-tanya penuh heran..
Mereka berpropaganda akan sebuah janji bahwa dalam lima tahun dari sekarang, keadilan akan ditegakkan, kelaparan bakal sirna, kemiskinan lenyap, pangan murah, setiap anak bangsa akan berhak untuk duduk sekolah dsb..,
ah, janji-janji politik senantiasa memeram dusta didalamnya, rakyat mesti secara sistematis harus terus menagihnya, lewat berbagai mekanisme.

Mereka semua berceloteh, seakan pundak mereka demikian luas besar, sehingga sanggup memikul beban bangsa yang berat ini.
Ah, kawan…
Semoga saja kali ini aku salah..

Sabtu, 04 Oktober 2008

Abit...



Dhiyaa ooo....! beginilah ekspresi Abit, ponakanku, saat merindukan dhiya.

Jumat, 03 Oktober 2008

dr.Taliyah in action



Kak Ida, my inspiration..

satu, dua, tiga.. senyum yuk....!


Bebetul...eee.. :)
Foto ini, kiriman dari Makassar, kebetulan adikku nina dan hasiani berkunjung ke sana baru-baru ini.
Duh manisnya Kak Ida dan si imut Dhiya... Jadi rindu dech...:)